Pesantren Persis 27

ALUMNI SEBAGAI PEJUANG ESTAFETA DAKWAH

Pesantren Persatuan Islam (Persis) 27 Situaksan, Bandung, Jawa Barat kembali melaksanakan agenda Jaulah Dakwah sebagai bentuk pengabdian keislaman dan kepedulian terhadap masyarakat pelosok. Kegiatan yang berlangsung dalam satu rangkaian perjalanan ini menghadirkan delegasi asatidzah beserta enam orang alumni santri angkatan kesatu-keempat.


Jaulah dakwah kali ini menelusuri dua kawasan Jawa Barat: (1) Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, (2) dan wilayah Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.
Dua daerah tersebut dikenal memiliki akses pendidikan dan pembinaan keagamaan di bawah naungan Persatuan Islam (Persis), sehingga dakwah langsung dari para asatidzah dan alumni menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut, al-Ustadz Nashruddin Syarief—Mudir ‘Am Pesantren Persis 27 Situaksan dan anggota Bidgar. Tarbiyah PP. Persis—menyampaikan tausiyah di dua titik kunjungan tersebut. Beliau memberikan penguatan kepada masyarakat agar memiliki orientasi keilmuan dalam membangun pendidikan.

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa keluarga muslim wajib menjadikan ilmu sebagai pondasi utama dalam mendidik generasi, sebagaimana para ulama salaf menempatkan ilmu sebagai cahaya kehidupan. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjadikan madrasah/masjid sebagai pusat pendidikan; tempat anak-anak dikenalkan dengan al-Qur’an, adab, dan ketakwaan sejak usia dini.


Para warga yang hadir menyambut kegiatan ini dengan antusias. Selain tausiyah, para alumni juga melakukan interaksi dengan masyarakat, sekaligus diperkenalkan oleh Mudir ‘Am agar kedepannya, estafeta dakwah akan selalu berlanjut dan tidak terputus.

Jaulah dakwah ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat hubungan alumni Pesantren Persis 27 Situaksan dengan masyarakat pelosok, sekaligus membuka akses ilmu bagi daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan dakwah langsung. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Mudir ‘Am tatkala menasehati para alumni di sela-sela waktu istirahat pada dua wilayah tersebut, “Tah ieu tèh napak tilas dakwah ana keur jaman ngora, engkè mah sok alumni anu dakwah tèh, teraskeun. Healing teh ulah muncak we ai dakwahna hanteu, engkè mah sok kadieu, healing sekaligus dakwah didieu” (Nah ini adalah beberapa perjalanan dakwah yang pernah dijalani oleh saya ketika masih pemuda, kedepannya, silahkan alumni yang berdakwah ke sini, lanjutkan estafeta dakwah itu. Healing (liburan) jangan sekedar pergi ke puncak gunung saja, tapi tidak berdakwah, untuk nanti, ke sini saja untuk healing sekaligus dakwah di sini.—pen)

 

BTB

09 November 2025 M/Jumādal-Akhirah1447 H
Pukul 20.47 WIB.