Bandung, Sabtu (18/7/2026) — Pesantren Persatuan Islam (PPI) 27 Situaksan Bandung secara resmi melepas santri Kelas III Mu'allimin untuk mengikuti Praktik Dakwah dan Kependidikan Santri (PDKS) Tahun 2026. Mengusung tema "Dari Situaksan MenebarKebaikan ke Getasan & Blancir, Kabupaten Semarang", kegiatan ini menjadi salah satutahapan penting dalam proses pembentukan karakter dan pengabdian santri sebelum merekaterjun lebih luas di tengah masyarakat.

Selama dua pekan ke depan, para santri akan melaksanakan berbagai program dakwah, pendidikan, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Getasan dan Desa Blancir, Kabupaten Semarang. PDKS bukan sekadar agenda akademik, tetapimenjadi momentum nyata untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di pesantren melalui pengabdian kepada umat.

Dakwah Adalah Jalan Kehidupan yang Mulia

Dalam arahannya, Mudir ‘Aam PPI 27 Situaksan Bandung, al-Ustadz KH. Dr. Nashruddin Syarief, S.S., menegaskan bahwa dakwah merupakan jalan hidup seorangmuslim yang diwariskan oleh para nabi.

Beliau mengawali nasihatnya dengan firman Allah Swt.:

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدْعُوٓا إِلَى ٱللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

"Katakanlah: Inilah jalanku. Aku mengajak (kamu) kepada Allah dengan penuh keyakinan. Aku dan orang-orang yang mengikutiku. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Yusuf: 108)

Beliau menjelaskan bahwa jalur dakwah dan pengabdian merupakan jalan kehidupanIslam yang penuh kemuliaan. Sejarah membuktikan bahwa sejak peradaban Yunani kunohingga masa modern, kemajuan suatu bangsa selalu lahir dari budaya pengabdian. Karena itu, lembaga pendidikan di Indonesia dikenal dengan istilah "perguruan tinggi", yang secarafilosofis mengandung makna tempat menempa diri untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Semoga nilai pengabdian ini terus tertanam dalam jiwa kalian. PDKS hanyalah awal dariperjalanan panjang. Setelah ini masih ada pengabdian di pesantren, di masjid-masjid, di lingkungan Persatuan Islam, hingga akhirnya mengabdi kepada masyarakat luas," pesanbeliau.

KH. Dr. Nashruddin juga mengingatkan bahwa medan dakwah tidak selalu berjalan mudah. Tantangan, kesulitan, dan keterbatasan justru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dariperjuangan seorang dai.

"Kalau ada tantangan, kesusahan, dan berbagai ujian, itulah sesungguhnya medan dakwah. Adapun kesenangan, nanti ada waktunya ketika liburan."

Pesan tersebut menjadi bekal mental agar para santri mampu menghadapi berbagai dinamikakehidupan masyarakat dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan semangat melayani.

PDKS, Laboratorium Pengabdian Santri

PPI 27 Situaksan Bandung merupakan salah satu pesantren Persatuan Islam yang berada di bawah pembinaan PC Persis Babakan Ciparay. Oleh karena itu, prosesi pelepasan turutdihadiri oleh Ketua PC Persis Babakan Ciparay, al-Ustadz H. Husni Taufik, S.Pd.I., yang sekaligus memberikan pembekalan kepada seluruh peserta PDKS.

Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa PDKS tidak boleh dipandang sebagaikegiatan seremonial semata.

"PDKS bukan acara formal, tetapi upaya memberikan pengalaman berdakwah yang kelakmenjadi bekal sepanjang kehidupan."

Menurut beliau, pengalaman hidup di tengah masyarakat akan melatih santri untukmengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pengelolaan kegiatan, hinggakemampuan memahami kebutuhan umat secara langsung.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap santri memiliki potensi yang berbeda-beda.

"Setiap santri memiliki kelebihan masing-masing. Maka eksplorasilah kemampuan itu selamaberada di lokasi PDKS."

Amanah untuk Menjaga Nama Baik Pesantren

Pada kesempatan tersebut, Ketua PC Persis Babakan Ciparay menyampaikan dua amanahpenting kepada seluruh peserta PDKS.

Pertama, menjaga nama baik almamater PPI 27 Situaksan Bandung dengan menjadi teladandalam ibadah, akhlak, serta muamalah di tengah masyarakat.

Kedua, membangun ukhuwah dengan masyarakat setempat. Santri diharapkan mampumenghormati budaya dan kearifan lokal selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Sikap santun, rendah hati, mudah bergaul, dan siap membantu masyarakat menjadi modal utama keberhasilan dakwah.

Menurut beliau, dakwah bukan hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melaluiketeladanan sikap, akhlak, kedisiplinan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menebar Manfaat, Mengukir Pengalaman

Program Praktik Dakwah dan Kependidikan Santri merupakan bagian dari proses kaderisasiyang selama ini menjadi ciri khas pendidikan di lingkungan Pesantren Persatuan Islam. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya diuji penguasaan ilmu agama, tetapi juga ditempamenjadi pribadi yang siap mengabdi, mampu beradaptasi, serta menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

Selama pelaksanaan PDKS, para santri akan berinteraksi langsung dengan masyarakatmelalui berbagai kegiatan seperti pembelajaran keagamaan, pembinaan generasi muda, kultum, khutbah, imam salat, pengajian, hingga aktivitas sosial yang memperkuat hubunganantara pesantren dan masyarakat.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakterpemimpin umat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

Doa dan Harapan

Menutup rangkaian acara, al-Ustadz H. Husni Taufik, S.Pd.I. memanjatkan doa agar seluruhpeserta PDKS diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan, serta kelancaran selamamenjalankan amanah dakwah.

Semoga keberangkatan para santri PPI 27 Situaksan Bandung menjadi langkah awal lahirnyakader-kader dakwah yang istiqamah, mampu menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil'alamin, serta menjadi penerus perjuangan ulama dalam membangun umat melaluipendidikan, pengabdian, dan dakwah.

"Dari Situaksan Menebar Kebaikan, Menguatkan Dakwah, Mengabdi untuk Umat."