Pesantren Persis 27

Adab Menghindari Pesta Agustusan

Adab Menghindari Pesta Agustusan

Pada hari Kamis, 14 Agustus 2025 pukul 06.45 WIB. telah diselenggarakan Bai’at Santri Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung yang diakhiri dengan Taushiyah oleh Mudir ‘Am Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung, al-Ustadz Nashruddin Syarief, S.S., M.Pd,I.

Bai’at Santri adalah kegiatan pembacaan ikrar para santriwan/wati kelas 1 Tsanawiyah sampai 3 Mu’allimien yang dilaksanakan setiap hari Senin-Kamis pukul 06.45 s.d. 07.00 WIB. Setelah pembacaan ikrar selesai, dilanjut dengan Taushiyah yang disampaikan oleh Mudir ‘Am Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung.

Pada kesempatan ini, taushiyah yang disampaikan oleh Mudir ‘Am berkaitan dengan sikap santriwan/wati dalam memperingati 17 Agustus; hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa di Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung, manakala pada kalender pemerintah tertulis hari libur, maka, pesantren akan diliburkan.

Kemudian, Mudir ‘Am menjelaskan tentang sikap yang sudah menjadi kebiasaan santri tiap angkatan dalam memperingati hari kemerdekaan NKRI yaitu, “Kebiasaan kita sejak dulu, saat memperingati hari kemerdekaan NKRI ialah Fasabbih bi-Hamdi Rabbika wa Istaghfir; bertasbih kepada Allah dan beristighfar”.

Selanjutnya, Mudir ‘Am menegaskan bahwa budaya santri Pesantren Persis 27 Situaksan Bandung sejak dulu tidak pernah mengikuti kegiatan yang terdapat di dalamnya unsur foya-foya, syubhat, dan semisalnya. Selain itu beliau menyatakan, “Meskipun merayakan ulang tahun itu terdapat dua pendapat di kalangan Ulama (membolehkan dan melarang), tapi, ketika perbedaan tersebut melingkupi Halal-Haram, maka, hal tersebut termasuk perkara syubhat dan setiap hal yang syubhat mesti kita hindari.”

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Saw. tatkala menjelaskan perkara halal-haram, saat terjadi hal yang syubhat, maka, solusinya adalah menjauhinya:

…فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ…
“…Maka siapapun yang menjaga dirinya dari segala hal yang syubhat, ia telah menjaga Dīn dan kehormatannya…” (Shahih Muslim, kitab al-Buyū’ bab `Akhdz al-Halāl wa Tark asy-Syubuhāt, no. 1.599)

Dengan demikian, taushiyah yang disampaikan Mudir ‘Am kali ini benar-benar menjadi pengingat untuk para santriwan/wati agar bisa beramal dengan bijak dan sebaik mungkin.

BTB
14 Agustus 2025 M/19 Shafar 1447 H
Pukul 07.32 WIB.